Generasi Gemilang

Generasi Gemilang
Cita-citaku melihat Indonesia memiliki generasi penerus bangsa yang gemilang, :-)

Minggu, 04 Januari 2015

        Jenis Sastra


Aristoteles dalam “Arts Poetica” (A.Teeuw, 1984: 95-109) menyusun sistem sastra atas tiga kriteria yaitu:
  1. Media of representation (sarana perwujudannya), yaitu prosa dan puisi.
  1. Obyek of representation (objek perwujudan), yaitu manusia yang ada tiga kemungkinannya yaitu:
         1. Manusia rekaan lebih agung dari manusia nyata: tragedi, epik, cerita panji,
         2. Manusia rekaan lebih hina: komedi, lenong,
         3. Manusia rekaan sama dengan manusia nyata: roman.
  1. Manner of poetic representation (ragam perwujudan):
                1. teks berisi cerita, sebagian percakapan tokoh: epik,
                2. yang bicara si aku (penyair): lirik,
                3. yang bicara para tokoh saja: drama.
Ciri-ciri teks sastra
Menurut Jan van Luxemburg (1984: 86-89) sebuah teks mempunyai ciri-ciri:
a)      Pragmatik, yaitu hubungan antara tanda dengan pemakai.
b)      Sintaksis, yaitu hubungan antara tanda di dalam teks.
      c)  Semantik, yaitu hubungan antara tanda dengan makna.
Fungsi teks
Menurut Jacobson (Jacobson dalam Luxemburg, 1984: 90-94) teks berfungsi sebagai pesan dalam situasi komunikasi ditentukan oleh 5 faktor yaitu:
  1. Pemancar dan penerima.
  1. Pesan.
  1. Konteks.
  1. Kode.
    5.  Saluran.


Jenis teks
Luxemburg membagi teks atas 3 jenis yaitu:
  1. Teks ekspresif: teks yang mengungkapkan pikiran, perasaan, pengalaman, pendapat pengarang, pengalaman batin, dan sebagainya.
  1. Teks referensial atau teks acuan: teks yang mengacu pada suatu konteks (dunia nyata atau yang mungkin ada). Teks ini terdiri atas 3 macam yaitu:
        1) teks informatif
        2) teks diskursif
        3) teks instruksif
     c.     Teks persuasif: teks yang berfungsi mempengaruhi pendapat, perasaan, dan perbuatan pembaca.
Segala  jenis teks sastra diatas menurut Jacobson (Luxemburg, 1984: 110-111) mempunyai ciri sebagai berikut:
1)      Ia berfungsi sebagai sastra,
      2)  Sekelompok pembaca teks sebagai hasil sastra,
3)      Teks sendiri berciri khas satra.
                Adapun ragam teks sastra adalah sebagai berikut:
                                1) Teks monolog.
                                2) Teks dialog.
                                3) Teks berlapis/teks naratif.
Isi teks sastra
Sastra merupakan cermin atau gambaran mengenai kenyataan, tapi dunia melukiskan banyak hal yang dalam kenyataan tak pernah ada. Dalam karya sastra kadang-kadang dunia ciptaan itu mirip dengan kenyataan (novel realistik atau autobiografi), kadang-kadang menyimpang jauh (science fiction dan dongeng).
                Menurut Luxemburg (1984: 23): sebuah teks fiksi tidak menuliskan kenyataan, ia sekedar menampilkan segala macam hubungan dan kaitan yang kita kenal kembali berdasarkan pengalaman kita sendiri mengenai kenyataan, sehingga teks sangat cocok untuk menuliskan segi-segi yang khas dalam kenyataan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar