Kesalahan
EYD pada Karangan Murid Sekolah Dasar
Pembelajaran
bahasa Indonesia di Sekolah Dasar mengarahkan siswa untuk memiliki kemampuan berbahasa yaitu: menyimak,
berbicara, membaca, dan menulis. Kemampuan menulis di SD, siswa diharapkan agar dapat menulis secara efektif dan efesien
berbagai jenis karangan dalam berbagai konteks (Depdiknas, 2006). Menulis sebagai salah satu dari empat
keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) yang diajarkan
di sekolah dasar, merupakan sarana yang penting dikuasai siswa agar dapat
mengungkapkan gagasan pendapat, pengalaman, dan perasaan dengan baik.
Penguasaan keterampilan menulis mutlak diperlukan dalam kehidupan sehari-hari,
namun pada kenyataannya pembelajaran
menulis karangan kurang perhatian yang serius. Pembelajaran
menulis di SD sering kurang ditangani dengan baik. Kalaupun ada pelaksanaannya
kurang sistematis. Guru hanya memberikan sebuah
judul karangan yang harus dibuat
oleh siswa dengan banyak lembar atau paragrap tertentu. Hal tersebut
menyebabkan banyak terjadi kesalahan dalam penulisan karangan murid Sekolah
Dasar, terutama kesalahan pada penulisan EYD. Keberhasilan pengajaran kemampuan
menulis sangat ditentukan oleh proses pengajaran menulis itu sendiri. Seperti
kita ketahui, kemampuan menulis ini dapat dicapai dengan latihan dan bimbingan
yang intensif. Dalam hal ini peranan guru sangat menentukan. Guru harus
memiliki kemampuan menulis yang baik, di samping juga harus mampu
mengajarkannya.
Masalah ejaan tampaknya amat sederhana.
Justru karena kesederhanaannya itulah orang sering melupakannya. Padahal,
pedoman EYD, kamus,
dan tata bahasa merupakan rambu-rambu untuk menuliskan bahasa tulis baku.
Ketepatan penggunaan pedoman ejaan bisa dijadikan ukuran sejauh mana ‘kepahaman
bahasa’ seseorang, bahkan dijadikan ukuran sejauh mana seseorang ‘melek
bahasa’.
Tujuan pengajaran ejaan di SD, tentulah mengharapkan murid mampu
menuliskan huruf, kata, tanda baca, ataupun kalimat sesuai dengan pedoman ejaan
yang berlaku. Murid diharapkan dapat menggunakan dan menuliskan huruf, kata, unsur serapan, dan tanda baca
dengan benar dan sesuai dengan pedoman yang berlaku. Penekanannya di sini
bukanlah pada pengetahuan tentang ejaan (teori), tetapi penerapannya.
Ejaan
adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi ujaran dan bagaimana
hubungan antara lambang-lambang itu (pemisahan dan penggabungannya dalam suatu
bahasa). Secara teknis, yang dimaksud dengan ejaan adalah (1) penulisan huruf,
(2) penulisan kata, dan (3) penggunaan tanda baca.
Pada karangan murid-murid
SD,kebanyakan kesalahan yang terjadi terdapat pada penggunaan EYD. Kesalahan-kesalahan
penggunaan EYD tersebut adalah yang pertama pada kategori “Kesalahan Tulisan “ diantaranya yang pertama pada penulisan
judul contohnya pada judul
“memancing di laut musi” yang seharusnya adalah“Memancing di Laut Musi”.
Kesalahan kedua adalah pada penggunaan paragraf, ternyata didapati juga karangan murid yang tidak
menggunakan paragraf. Kesalahan yang
ketiga adalah penulisan huruf kapital, kesalahan
ini juga merupakan kesalahan yang banyak ditemui dalam analisis seperti yang
terjadi pada karangan siswa berikut ini, “Pada Hari minggu” yang seharusnya adalah “Pada hari minggu”. Kesalahan yang keempat
adalah pada penulisan kata depan, kata depan di, ke, dari, ditulis terpisah
dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah dianggap
sebagai satu kata seperti kepada, dan daripada. Namun, siswa masih sering salah
dalam menuliskannya, misalnya seperti “kerumah” yang seharusnya adalah ke
rumah.
Kategori kesalahan penggunaan EYD yang kedua
adalah pada kategori “Penggunaan Tanda Baca”. Kesalahan tanda baca merupakan kesalahan
yang banyak ditemui pada karangan murid SD. Kesalahan-kesalahan penggunaan
tanda baca tersebut diantaranya yang pertama adalah kesalahan pada tanda titik (.). Kesalahan tanda titik yang dimaksud
pada intinya ada dua yang dapat ditemukan pada karangan murid SD. Pertama siswa
menggunakan tanda titik bukan pada tempatnya. Misalkan: “Pada hari yang ke 5.
Saya pergi ke kebun itu membawa alat-alat rumput. Untuk rumput.” Padahal yang
seharusnya adalah “Pada hari yang ke-5, saya pergi ke kebun itu membawa
alat-alat rumput untuk merumput.” Kedua
siswa yang tidak menggunakan tanda titik (.) pada suatu kalimat yang mempunyai
satu-kesatuan makna. Contoh : “ Pada saat Pagi hari saya pergi ke taman Kami
disana Bermain-main yang Biasa kami main. Yang seharusnya adalah “ Pada saat
pagi hari, saya pergi ke taman. Kami di sana bermain-main yang bisa kami main.”
Kesalahan yang kedua adalah pada penggunaan
tanda koma (,),tanda seru (!) , dan tanda Tanya (?). Dalam karangan sering ditemui siswa salah
menggunakan tanda baca. Seharusnya menggunakan tanda titik (.), tetapi yang
dipakai justru tanda koma (,) atau sebaliknya. Dari sini dapat diketahui bahwa
siswa belum dapat mebedakan fungsi tanda baca. Misalnya: “Pada pagi hari kami
Berangkat menuju rumah nenek saya. Yang seharusnya: “Pada pagi hari kami
berangkat untuk menuju rumah nenek
saya.” Begitupun kesalahan pada tanda seru (!). Contoh : Bertanya ap nak !. Yang
seharusnya : bertanya apa nak ?. Dan juga terjadi kesalahan pada penggunaan
tanda Tanya (?). Contoh : Apakah kamu mau, lalu Putri tadi menjawab. Saya tidak
mau ayah. Yang Seharusnya : Apakah kamu mau ? Lalu Putri menjawab, saya tidak
mau ayah.
Hal-hal di atas merupakan beberapa
bentuk kesalahan EYD pada karangan Murid Sekolah Dasar. Melihat hal-hal tersebut tentu sangatlah memprihatinkan.
Bagaimana tidak? SD yang seharusnya menjadi Sekolah Dasar untuk membibiti anak-anak ke tingkatan sekolah yang lebih tinggi, malah
tak berfungsi seperti seharusnya. Sudah seharusnya penggunaan EYD ini diberikan
secara intensif oleh guru SD kepada
muridnya.
Oleh karena itu, dengan melihat
beberapa kesalahan penggunaan EYD tersebut pada karangan murid Sekolah Dasar,
sebaiknya pengajaran EYD pada tingkat SD lebih diperhatikan kembali, mengingat
pentingnya EYD tersebut untuk dipelajari di SD sebagai dasar untuk ke tingkat
yang lebih tinggi lagi yaitu SMP,SMA, dan Perguruan Tinggi. Pengembangan
kemampuan menulis di Sekolah Dasar banyak bergantung kepada kreatifitas seorang
guru. Oleh karena itu, guru harus membekali dirinya dengan kemampuan menulis
dan pemahaman menyeluruh mengenai penggunaan EYD di dalam menulis.Guru pun
dituntut mampu memilih metode yang sesuai sehingga dapat merangsang kreatifitas
siswa. Di samping itu seperti sudah diutarakan sebelumnya, perlu diingat
kemampuan menulis hanya dapat dicapai dengan berlatih. Latihan yang intensif
dan bimbingan yang terarah, tentulah akan menggiring siswa memiliki kemampuan
menulis, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Dalam hal ini setiap guru
hendaknya menyadari bahwa pengajaran menulis tidak ditekankan pada pengetahuan
kebahasaan tetapi bagaimana menerapkan pengetahuan tersebut. Akan jauh lebih baik jika murid SD tidak
hanya sekedar mengetahui saja mengenai EYD, tetapi mampu paham dan menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari.
Jadi,
kesimpulannya Guru harus memberikan penekanan pengajaran EYD pada setiap bidang
studi, setiap guru harus bertanggung jawab atas pengajaran EYD, dan murid-murid
menggunakan EYD sebagai suatu kebiasaan dalam kegiatan tulis-menulis di
sekolah. Dengan penerapan hal tersebut diharapkan agar kedepannya murid-murid
SD mampu memahami EYD dan menerapkannya di dalam kegiatan tulis-menulis dan di
dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, jika mereka memahami dan mampu
menerapkannya tentu tidak akan terjadi kesalahan lagi di dalam kegiatan
menulis, salah satunya seperti kegiatan mengarang. Jadi,pada saat melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih
tinggi,tentu mereka sudah memiliki pemahaman yang matang mengenai penggunaan
EYD di dalam kegiatan belajar maupun di dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber:
http://file.upi.edu/Direktori/JURNAL/PENDIDIKAN_DASAR/Nomor_14Oktober_2010/STRATEGI_PEMBELAJARAN_MENULIS_DENGAN_MODEL_PROSES_MENULIS_DAN_PENILAIAN_PORTOFOLIO_DI_KELAS_V_SDN_SINDANGRAJA_KABUPATEN_SUMEDANG.pdf0
Sumber:
http://file.upi.edu/Direktori/JURNAL/PENDIDIKAN_DASAR/Nomor_14Oktober_2010/STRATEGI_PEMBELAJARAN_MENULIS_DENGAN_MODEL_PROSES_MENULIS_DAN_PENILAIAN_PORTOFOLIO_DI_KELAS_V_SDN_SINDANGRAJA_KABUPATEN_SUMEDANG.pdf0
Tidak ada komentar:
Posting Komentar